Penembak Paus Dibebaskan

March 21, 2010

Kompsd, Selasa, 19 Januari 2010 | 04:22 WIB

Ankara, Senin – Mehmet Ali Agca, warga Turki yang mencoba membunuh Paus Yohanes Paulus II sekitar 30 tahun silam, menghirup udara bebas dari penjara Turki, Senin (18/1). Pembebasan itu sekaligus menyimpan sebuah misteri tentang siapa tokoh atau pihak yang bertanggung jawab di balik tindakan percobaan membunuh pemimpin umat Katolik di Roma ini.

Ali Agca diputus bersalah dan meringkuk selama 19 tahun di penjara Italia, sebelum akhirnya mendapat pengampunan dari Paus pada tahun 2000. Ali Agca diekstradisi ke penjara di negara asalnya, Turki, karena sebuah kejahatan lain yang ia lakukan pada 1979, termasuk di antaranya tindak pembunuhan terhadap seorang editor surat kabar.

Ketika dibebaskan dari penjara, pria berusia 52 tahun itu mengeluarkan pernyataan tertulis melalui pengacaranya. Dia menulis, ”Saya menyatakan dunia segera kiamat. Seluruh dunia akan dihancurkan pada abad ini. Setiap manusia akan mati dalam abad ini”. Ali mengatakan, surat ditandatangani oleh ”Kristus Kekal Mehmet Ali Agca”.

Dari tulisan itu, berbagai kalangan mengatakan, Ali Agca diduga kuat sedang mengalami gangguan kejiwaan. Setelah dibebaskan, Agca diantar ke rumah sakit militer untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, apakah dia layak untuk mendapatkan pelayanan kejiwaan. Pengacaranya berharap Ali sedang tidak mengalami gangguan psikologis.

Apa yang menjadi motif Agca menembak dan melukai Paus Yohanes Paulus II di Vatikan tahun 1981 tetap menjadi misteri. Beberapa orang percaya dia bekerja untuk Soviet yang tengah mengembangkan ajaran komunis di Eropa Timur. Paus asal Polandia itu, yang kemudian wafat pada 2 April 2005, memang menentang keras komunisme.

Pekan lalu, Ali Agca mengatakan akan menjawab semua pertanyaan dalam sebuah serangan yang akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Termasuk pertanyaan apakah Soviet dan Bulgaria ada di balik aksi percobaan membunuh Paus.

Ali Agca lahir pada 9 Januari 1958 dari sebuah keluarga miskin di Turki. Saat remaja, ia terlibat kejahatan dan penyelundupan antara Turki dan Bulgaria. Sempat menjadi anggota kelompok garis keras sayap kanan, Grey Wolves, ketika berusia belasan tahun. Pada 1979, ia membunuh Abdi Ipekci, seorang wartawan.

Atas kasus pembunuhan wartawan itu, dia divonis penjara seumur hidup, tapi dia dibebaskan setelah enam bulan di penjara dan lari ke Bulgaria. Pada 13 Mei 1981, Agca menembak Paus Yohanes Paulus II beberapa kali ketika Paus sedang mengendarai sebuah jip bak terbuka saat memulai misa mingguan di lapangan Santo Petrus.

Ali pun segera ditangkap. Paus selamat meski menderita luka parah dan sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa pekan. Tiga hari setelah penembakan, Paus memaafkan Agca lewat siaran langsung di radio dari ranjangnya di rumah sakit.

Pada Juli 1981, sebuah pengadilan Italia menyatakan Agca bersalah karena mencoba membunuh Paus dan divonis hukuman penjara seumur hidup. Pada Desember 1983, Paus mengunjunginya di penjara Roma dan berbicara secara pribadi. Isi pembicaraan keduanya tidak pernah dibuka kepada publik.

Pada tahun 2000, Agca diekstradisi ke Turki untuk menjalani hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan jurnalis tahun 1979. (REUTERS/AFP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: