Tanggal Meninggalnya Gus Dur Diusulkan sebagai Hari Pluralisme

March 21, 2010

Kompas, Selasa, 5 Januari 2010 | 17:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan terhadap pemberian penghargaan gelar pahlawan nasional kepada KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus bertambah. Komunitas Lintas Iman, yang terdiri dari beberapa tokoh lintas agama, Selasa (5/1/2010), menyatakan dukungan tersebut.

Selain itu, mereka juga memberikan usulan agar tanggal meninggalnya Gus Dur diperingati sebagai hari pluralisme Indonesia. “Untuk melestarikan semangat dan perjuangan Gus Dur, kami Komunitas Lintas Iman mengusulkan tanggal meninggalnya Gus Dur, 30 Desember, diperingati sebagai hari pluralisme Indonesia,” ungkap Syafii Anwar, perwakilan tokoh lintas agama, di Kantor Wahid Institute, Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, pihaknya akan sangat menghargai jika pemerintah menyambut usulan tersebut. Kalaupun usulan tersebut tidak diterima, mereka akan mendorong seluruh kekuatan masyarakat untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai hari pluralisme.

“Yang menentukan seseorang akan menjadi apa bukan hari lahirnya, tetapi hari kematiannya,” ungkap Frans Magnis-Suseno, perwakilan tokoh lintas agama, saat menjawab alasan memilih hari meninggalnya Gus Dur sebagai hari pluralisme, bukan hari kelahiran Gus Dur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: