Imam Besar Al-Azhar Meninggal

March 22, 2010

Kompas, Jumat, 12 Maret 2010 | 03:59 WIB

Kairo, Kamis – Imam besar sekaligus Ketua Lembaga Pendidikan Al-Azhar, Mesir, Syekh Mohamed Sayed Tantawi (81), meninggal karena serangan jantung, Rabu (10/3), saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Jenazah direncanakan akan dimakamkan di Madinah.

Mohamed Wasel, wakil Tantawi, sementara ini akan mengambil alih tugas memimpin lembaga pendidikan ternama itu hingga Presiden Mesir Hosni Mubarak memilih seorang ketua baru Al-Azhar.

”Pemerintah biasanya memilih seorang syekh moderat dan apa yang kami bisa sampaikan kepada mereka adalah siapa pun yang terpilih akan menjadi seorang syekh yang akan bekerja untuk kepentingan terbaik rakyat dan akan bias bukan kepada pemerintah, tetapi kebenaran,” kata Syekh Mahmoud Hamdy Mugahed, mantan intelektual Al-Azhar yang kini menjadi anggota parlemen.

Liberal

Ketika ditunjuk pada tahun 1996, Tantawi dipandang mempunyai pandangan-pandangan yang liberal dalam berbagai masalah, seperti hak-hak perempuan, tetapi juga dikritik oleh banyak pihak karena terlalu mengikuti garis pemerintah.

Di tempat tugasnya, dia menentang pengkhitanan perempuan, sebuah praktik yang dikritik luas oleh kelompok-kelompok hak asasi. Dia juga menentang penggunaan jilbab dengan cadar yang menutupi semua bagian muka, dengan melarang semua murid perempuan di sekolah yang dikelola Al-Azhar mengenakan cadar seperti itu.

Ketika Perancis dikritik di seluruh Arab dan negara-negara Muslim karena melarang jilbab di sekolah-sekolah negeri, Tantawi pada 2003 mengatakan, adalah kewajiban bagi perempuan Muslim untuk mengenakan jilbab, tetapi negara-negara bukan Muslim mempunyai hak untuk mengeluarkan undang-undang apa pun.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, Tantawi adalah juru bicara yang sangat penting bagi dialog di antara agama-agama dan komunitas-komunitas.

”Rakyat Amerika akan selalu mengingat Imam Tantawi atas kecamannya terhadap kekerasan, setelah serangan teroris 11 September 2001, ketika dia mengatakan, bukanlah suatu keberanian dalam artian apa pun membunuh orang-orang yang tidak bersalah,” kata Hillary dalam pernyataan tertulisnya.

Di bawah kepemimpinan Tantawi, Al-Azhar telah memancing kemarahan kelompok liberal Mesir pada masa lalu karena merekomendasikan pelarangan buku-buku yang isinya menentang Islam. Hal itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara.

Wasel kepada televisi Mesir menjelaskan, putra Syekh Tantawi telah menyetujui agar Tantawi dimakamkan di kota suci Madinah, tempat para sahabat dan keluarga Nabi Muhammad dimakamkan.

Abdullah el-Naggar, penasihat Syekh Tantawi, mengatakan, kematian Syekh mengejutkan karena sebelum berangkat dia terlihat dalam kondisi fisik dan kesehatan yang baik. Akan tetapi, Duta Besar Mesir untuk Arab Saudi Mahmoud Auf membenarkan Syekh terkena serangan jantung. (Reuters/OKI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: