Kebahagiaan lewat Sebuah Kebangkitan

September 30, 2012

Dalam sebuah perhentian, kadang kita duduk sambil melihat kembali perjalanan yang telah dilalui. Ada banyak kisah, catatan, dan rencana yang selalu bermain-main dalam pikiran. Rasa syukur, kesedihan, dan harapan menjadi banyak hal yang memberi warna saat permenungan dalam sebuah perhentian.

Semua memang akan selalu menjadi warna. Tidak semuanya indah memang. Layaknya sebuah komponen warna yang tersusun dari 4 elemen warna utama (Cyan Magenta Yellow dan Black), warna-warna yang terbentuk itu pun bisa menjadi satu kesatuan lagi yang membentuk warna baru yang lebih indah.

Sebuah titik dalam perhentian kadang menjadi tolak ukur sebuah pencapaian. Mata hati kadang tertutup oleh keadaan yang terjadi saat ini. Seakan-akan, semua elemen dalam kehidupan dan diri sendiri berpusat kepada sebuah fokus hal yang sedang terjadi entah itu yang menyenangkan maupun yang membuat kesedihan.
Namun seringkali kita terpaku pada satu hal itu saja, tanpa bisa melihat lagi susunan perjalanan secara utuh. Saat sakit gigi, yang kita rasakan dan resapi adalah rasa sakit gigi itu. Kondisi bagian tubuh lain yang prima seakan terlupakan. Satu titik membawa semua titik ke dalam sebuah pola pikir baru.

Paskah, bagi semua pribadi yang merayakan, menjadi sebuah perhentian dimana kita semua diajak untuk melihat kembali semua hal yang dialami secara lebih obyektif. Paskah adalah sebuah peristiwa yang mengingatkan pada sebuah proses kebangkitan Yesus Kritus yang dengan kesungguhan memberi jalan keselamatan.

Lewat Paskah, kita diajak memaknai kebangiktan Yesus sebagai sebuah proses kebahagiaan bagi kita. Kenapa? Karena sebuah kebangkitan bisa menjadi titik balik yang bisa membuat tiap pribadi menjadi manusia baru dan melihat hidupnya dengan cara baru.

Peristiwa Paskah tidak menjadi sebuah garansi keselamatan bagi manusia. Namun bagaimana kita melihatnya dan bagaimana Paskah bisa memberikan ispirasi dan sumber perubahan-lah yang menjadi garansi kebahagiaan dan keselamatan.

Walau makna Paskah bernilai muatan teologis, namun bisa juga diaplikasikan dalam kesehariaan secara mudah tanpa perlu pemahaman ilmu agama yang kuat. Sikap yang dihasilkan dari sebuah pemaknaan sebuah nilai teologis kadang menjadi hal yang ‘sangat mudah’ dan tidak perlu dijalani dengan penuh beban. Lewat sebuah pemahaman yang ringan sekalipun, bisa membuat hati dan pemikiran menjadi lebih bebas dan nyaman untuk menjalani hidup. Layaknya seseorang yang kesulitan mencari toko kue untuk membelikan ibunya, hanya dengan berbicara dan bertanya kepada sesorang di jalan, maka solusi bisa didapat, tanpa harus pergi ke dinas tata kota, misalnya…

Mari, jadikan momen Paskah sebagai sebuah titik dimana kita bisa melihat lebih dalam dan menjalani dengan bahagia sebuah kehidupan. Karena, dengan menjalani hidup tanpa beban dan dengan hati yang bahagia, kita akan melangkah menuju titik keselamatan itu sendiri…

Selamat Paskah, teman-teman yang bersemangat jalani hidup…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: